Minggu, 03 November 2013

Mengenal Teknologi HSA, AMD hUMA Dan AMD hQ

permisi, mohon maaf kalo udah pada tau, tapi disini ane cuma mau share, barangkali dan mungkin masih ada yang belum tau kan....
disini ane akan share tentang teknologi komputasi yang akan datang yaitu HSA, hUMA dan hQ
nah lho, apaan tuh...??
sabar, ane akan jelasin dulu tentang HSA

HSA-foundation
HSA (Heterogeneous System Architecture) Foundation adalah konsorsium non-profit yang terdiri dari vendor IP, OEM, akademia, vendor SoC, OSV, dan ISV yang akan mengubah kondisi/cara semua sistem arsitektur dalam mengkombinasi penggunaan CPU, GPU, DSP, dan akselerator. Tujuannya adalah untuk membuat pemrograman perangkat-perangkat yang beragam secara paralel menjadi jauh lebih mudah.

HSA Foundation melakukan ini dengan mencanangkan Royalti Free Specifications dan software open source: HSA runtime dan low level compilation tools berbasis teknologi open source seperti LLVM dan GCC.

inilah beberapa anggota dari HSA Foundation
HSA-foundation-member
untuk mempermudah pemahaman mengenai HSA, disini akan menjelaskan secara sederhana.

Trend: Menjejalkan beragam komponen ke dalam “paket prosesor”

Saat ini prosesor pada sebuah perangkat, bukanlah sekadar prosesor biasa saja. Di dalam sebuah paket “prosesor” sekarang sudah dijejalkan beragam komponen akselerator tambahan. Sebagai contoh, kontroler memori dan GPU sekarang sudah menjadi komponen umum di dalam prosesor. Bukan terletak di luar prosesor lagi (bukan di board). Pada smartphone dan tablet kini sudah dikenal apa yang disebut SoC (System on Chip) di mana keseluruhan sistem ada dalam sebuah paket “prosesor”. Ke depannya, SoC ini akan makin banyak digunakan oleh para produsen, bahkan hingga untuk prosesor berperforma tinggi seperti pada PC dan laptop.

SoC

Mari kita lihat, kira-kira ada komponen akselerator atau komponen yang bisa mengerjakan fungsi khusus di dalam SoC. Untuk tampilan, kini sudah ada GPU (atau dulu dikenal sebagai chip VGA card). Untuk audio, ada DSP (Digital Signal Processing) khusus. Untuk konversi video bisa saja disediakan sebuah unit khusus (contoh Intel Quicksync). Untuk pekerjaan sensor-sensor khusus bisa juga ditanamkan unit khusus (seperti pada Motorola MotoX). Ke depannya akan makin banyak komponen yang akan dijejalkan ke dalam SoC.

Terpadu tapi masih terpisah

Pada awalnya, semua komponen di atas dikembangkan secara terpisah dan otomatis cara mengaksesnya pun terpisah. Jadi software yang ingin memanfaatkan komponen-komponen tersebut harus berusaha mengakses melalui interface berbeda. Bagaimana sebuah software bisa mengkombinasikan perangkat tersebut secara efisien adalah urusan software itu sendiri. Masalah ini diperburuk dengan kondisi lalu-lintas perintah yang rumit dan masing-masing komponen pun mengakses memori sesuai kebutuhannya sendiri-sendiri tanpa mempedulikan komponen lainnya.

Mari kita ambil contoh sederhana seperti pada APU AMD. Meski sekarang GPU sudah bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan selain gaming, seperti melalui OpenCL, pemanfaatannya sebenarnya masih tidak efisien. Karena softare masih mengakses CPU dan GPU seakan keduanya terpisah dan bukan satu kesatuan. Kedua komponen tersebut masih akan mengakses memori sesuai kebutuhan masing-masing tanpa mempedulikan efisiensi kerja komponen lainnya. Selain itu, pemanfaatan GPU untuk kebutuhan general pun cenderung masih rumit.
contoh alur kerja dari sistem non-HSA seperti ini :
NON-HSA

HSA: Lebih optimal
Masalah di atas adalah hal yang ingin dioptimalkan oleh HSA. Jadi, dengan teknologi yang dikembangkan HSA, semua komponen tersebut akan dapat diakses dari satu “titik” address yang sama. Metode aksesnya pun tidak rumit dan panjang. Hasilnya, perpaduan software dan hardware yang saling memahami kebutuhan satu dan yang lainnya dan dapat di-tune sesuai kebutuhan, misalkan untuk performa tinggi atau untuk hemat daya. Pada prakteknya, efisiensi dan optimalisasi ini menghasilkan performa yang lebih tinggi dengan konsumsi daya yang lebih rendah.
WITH-HSA

HSA: Lebih terbuka = lebih murah
Satu hal yang menarik dari konsorsium ini adalah standar yang dirancang tidak mencanangkan adanya royalti. Jadi, bisa digunakan tanpa harus membayar ke satu pihak tertentu. Software dan tools yang dipakai juga digunakan yang berbasis open source, alias gratis juga. OpenCL adalah salah satu contohnya. Selain standar yang terbuka untuk mengakses GPU, OpenCL 2.0 yang baru saja diluncurkan, kini sudah kian optimal untuk bekerja sama dengan HSA. Seharusnya, dengan dasar ini, teknologi HSA bisa dikembangkan dengan mudah sekali. Akan banyak akademia dan bahkan mungkin “orang iseng” yang bisa mengembangkan software/perangkat yang kompatibel dengan sistem HSA dengan biaya minimum dan tanpa komplikasi hukum.

Hasil Bencmark HSA vs non-HSA
Pada implementasi awal, HSA memang masih berkutat seputar CPU (prosesor) dan GPU terlebih dahulu. Pada dasarnya sebuah software akan membutuhkan pengerjaan perintah dan umumnya diselesaikan oleh prosesor. Pada perkembangannya, seperti diketahui, GPU pun bisa membantu pengerjaan perintah tersebut dengan komputasi paralel. Akan tetapi, tidak semua pekerjaan yang dilimpahkan oleh software akan optimal jika dikerjakan di GPU saja. Jadi, ada pekerjaan yang sebenarnya lebih pas dikerjakan CPU dan ada yang lebih tepat dikerjakan oleh GPU.

Saat ini, software yang sudah bisa memanfaatkan GPU masih terhambat oleh sistem akses yang berbeda antara CPU dan GPU. Itulah sebabnya, penggunaan GPU pun masih cenderung jarang dilakukan oleh software secara umum. Akan tetapi, HSA kini datang untuk memuluskan hal tersebut. HSA, secara sederhana, memungkinkan software untuk mengakses CPU dan GPU secara mudah dan melimpahkan pekerjaan yang cocok baik untuk CPU maupun GPU tanpa waktu tunggu yang berarti.

Untuk menguji efisiensi HSA, dilakukan beberapa percobaan dengan menggunakan konfigurasi hardware:
APU: AMD A10-4600M (4 core CPU, AMD Radeon HD 7660G dengan 6 compute unit pada 685 Mhz)
RAM: DDR3 4GB
OS: Windows 7 64-bit

HAAR Face Detect
Sebuah analisa performa HSA dilakukan oleh team HSA dan AMD. Performa yang diuji adalah Haar Face Detect. Ini adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi wajah manusia dalam stream video.

HAAR1
Performa yang diuji merupakan perbandingan kinerja sistem yang sama saat menggunakan perpaduan CPU dan GPU memakai OpenCL dibandingkan dengan implementasi HSA.
HAAR2
Pada pengujian ini, HSA tampak berhasil melakukan pembagian data antara CPU dengan GPU secara mulus. Penggunaan HSA dalam tahap awal ini berhasil meningkatkan performa deteksi sekitar 2,5x lipat lebih tinggi dengan penggunaan daya 2,5x lebih rendah.

Cloud System
Sebuah pengujian lainnya dilakukan untuk meneliti peningkatan performa pada cloud system. Hal yang diuji adalah akselerasi suffix arrays construction. Dalam pengujian ini ditemukan bahwa dengan memanfaatkan CPU dan GPU dengan menggunakan HSA bisa diperoleh peningkatan performa 5,8x lipat dan konsumsi daya berkurang 5x.
CLOUD

Pada akhirnya, HSA Foundation dengan teknologi HSA-nya bertujuan untuk:

  • Proses heterogeneous berarsitektur pada SoC – bukan mengakses beragam komponen dalam sebuah SoC dengan cara yang terpisah
  • Pemrograman untuk mengakses akselerator menjadi jauh lebih mudah
  • Akselerasi software bisa dijalankan pada beragam jens hardware
  • Skalabilitas mulai dari telepon genggam hingga ke super-komputer
  • Akselerasi GPU pada parallel processing adalah target awal dengan DSP dan akselerator lainnya segera akan dimasukkan dalam model arsitektur HSA selanjutnya
  • Ekosistem software yang heterogen agar dapat dikembangkan lebih cepat lagi
  • Konsumsi daya lebih rendah dan perangkat yang lebih mampu memenuhi kebutuhan pengguna baik itu perangkat genggam (gadget), yang dipasang di dinding, maupun yang ada di cloud


kesimpulan awal
HSA adalah sebuah teknologi yang amat sangat menarik. Pemanfaatan resource secara optimal dan efisien adalah kuncinya. Jika selama ini pertandingan performa komputasi berada di performa per clock (Hz), tampaknya kondisi bisa berubah jika implementasi HSA bisa dipecepat.
Dengan penggunaan HSA, efisiensi meningkat dan kinerja pun meningkat. Hal ini bisa membuat para produsen SoC menyuguhkan solusi yang murah namun berperforma tinggi.
Tampak bahwa AMD dan sebagian besar produsen SoC berbasis ARM menjadi pelopor di tahap awal ini. Cukup menarik bila diperhatikan bahwa Intel dan NVIDIA saat ini belum bergabung dalam HSA Foundation. Kami cukup yakin bahwa keduanya pun sedang menjajaki  implementasi HSA atau setidaknya penggunaan teknologi serupa. Patut diingat bahwa NVIDIA terlebih dahulu mempopulerkan penggunaan GPU untuk kebutuhan non-display dengan CUDA-nya dan cukup berhasil. Sementara itu, Intel saat ini mampu menawarkan solusi-solusi akselerasi unik seperti QuickSync dan AVX di dalam prosesor dan memiliki arsitektur prosesor yang cukup kompleks namun efisien. Apabila keduanya tidak mengantisipasi berkembangnya teknologi HSA, bukan tidak mungkin NVIDIA dan Intel bisa berhadapan dengan pesaing-pesaing yang sangat kuat, yaitu para founder HSA Foundation saat ini.

Di awal pembahasan mengenai HSA, memang teknologi ini ditujukan untuk sistem terintegrasi seperti pada APU AMD yang memiliki CPU dan GPU atau SoC pada smartphone dan gadget Anda. Akan tetapi, secara terbuka, Frank mengungkap bahwa HSA tidak harus hanya bekerja pada prosesor yang mengintegrasikan semua akselerator. Pada dasarnya, HSA seharusnya bisa membuat VGA card dan prosesor yang terpisah bekerja dalam keharmonisan dan kendali sebuah software secara efektif.

Jika ini diimplementasikan, ada kemungkinan, para pengguna PC pun bisa menikmati HSA di masa mendatang. Server dan workstation berat akan bekerja super-efisien dengan komponen super-kencang yang tidak/belum mungkin diintegrasikan ke dalam prosesor. Seperti kita ketahui, performa VGA terintegrasi paling kencang pun belum bisa mengalahkan VGA card kelas menengah.

Apakah AMD akan membuat VGA card yang dirancang kompatibel dengan HSA? Hal ini belum bisa dijawab oleh pihak AMD. Akan tetapi, jika ada yang paling pas untuk melakukannya, tentu adalah AMD. Karena AMD adalah salah satu perintis HSA. Sementara Intel dan NVIDIA, saat ini belum tergabung dalam konsorsium HSA.


Sumber : HSA dan lokal

dan dibawah ini menjelaskan tentang teknologi dari AMD berbasis HSA yaitu hUMA dan hQ.....

AMD-HQ

Seperti sudah dijelaskan pada pembahasan HSA diatas, HSA (Heterogeneous System Architecture) adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengendalikan beragam processing unit dan accelerator secara terpadu. Kini AMD mengungkap satu lagi teknologi dibalik sistem HSA pada APU AMD: hQ. Akan tetapi, sebelum membahas hQ, mari kita simak kembali teknologi HSA pada APU AMD yang sudah diperkenalkan terlebih dahulu: hUMA.

rancangan HSA awalnya hanya untuk kebutuhan seperti ini:

Arah-HSA

penjelasan tentang hUMA
Untuk membuat sistem HSA efektif, AMD sudah sejak lama memperkenalkan hUMA atau heterogeneus Uniform Memory Access. Ini jawaban terhadap masalah utama yang terjadi jika ingin mengendalikan CPU dan GPU dengan HSA.

Tanpa hUMA

  • CPU memiliki alokasi memorinya sendiri. Semua yang ada dalam memori yang dikendalikan CPU ini hanya bisa dilihat oleh CPU.
  • Di sisi GPU, terjadi hal yang sama dengan di atas.
  • Masalah timbul saat ada sebuah pekerjaan yang harus diselesaikan CPU lalu diteruskan pengerjaannya oleh GPU.
  • CPU akan memiliki data yang harus dilanjutkan pengerjaannya. Padahal, data ini adanya di memori khusus untuk CPU. Jadi, CPU harus memindahkan data ini ke memori khusus GPU terlebih dahulu, sebelum GPU dapat meneruskan pekerjaan.


Dengan hUMA, CPU dan GPU bisa melihat data yang sama dan alamat data yang sama.
Dengan hUMA

  • Pada dasarnya, hUMA membuat CPU dan GPU bisa melihat data yang sama di dalam memori.
  • Hal ini membuat pertukaran data antara CPU dan GPU menjadi mudah. Karena, CPU bisa menunjukkan alamat memori yang juga bisa dikendalikan (atau “terlihat”) oleh GPU. Begitu pula sebaliknya.


Nah, jika hUMA sudah membereskan masalah akses ke data, sekarang caranya perintah yang dikerjakan CPU bisa dipindahkan atau “dioper” atau dilanjutkan ke GPU dan sebaliknya? Untuk keperluan ini, AMD memperkenalkan hQ.

dan dibawah ini menjelaskan tentang teknologi hQ yang akan berpasangan dengan hUMA
HQ adalah singkatan dari heterogeneous Queuing. HQ ini adalah metode antrian perintah pada sebuah sistem HSA. Sementara waktu, hQ berlaku untuk CPU dan GPU di dalam APU AMD yang mendukung HSA.
Pada dasarnya, hQ akan membuat CPU dan GPU menjadi “setara”. Jadi, CPU bisa memerintah GPU dan begitu pula sebaliknya. Untuk mudahnya, kami akan coba jelaskan detail kerjanya secara sederhana.

Tanpa hQ

  • Perintah dari aplikasi pasti dikirimkan ke CPU.
  • Jika perintah tersebut membutuhkan pekerjaan GPU, maka CPU akan mengirimkannya ke GPU, melalui Operating System terlebih dahulu.
  • Perintah yang ada di GPU ini tidak bisa dilanjutkan ke CPU. Jadi, aplikasi harus meneruskan ini dengan perintah baru lagi.

Tanpa hQ: CPU bisa dengan mudah mengantrikan perintah selanjutnya ke CPU. Tapi untuk melanjutkan ke GPU, urutan kerjanya jadi panjang dan lama. Lebih parah lagi, pekerjaan di GPU harus langsung disimpan dan tidak bisa langsung dialihkan ke CPU.
Tanpa hQ: CPU bisa dengan mudah mengantrikan perintah selanjutnya ke CPU. Tapi untuk melanjutkan ke GPU, urutan kerjanya jadi panjang dan lama. Lebih parah lagi, pekerjaan di GPU harus langsung disimpan dan tidak bisa langsung dialihkan ke CPU.

Dengan hQ

  • Perintah bisa dikirimkan ke CPU maupun GPU, tergantung pekerjaan awalnya membutuhkan sisi mana.
  • Jika perintah dikerjakan pertama-tama oleh CPU dan kemudian membutuhkan GPU, maka CPU dapat langsung “melempar” perintah ke GPU.
  • Jika perintah tadi sudah selesai dikerjakan GPU dan membutuhkan pengerjaan oleh CPU, maka GPU dapat pula langsung meneruskan ke CPU kembali.

Dengan hQ, dibuatlah antrian pekerjaan baik di CPU maupun di GPU. Keduanya pun bisa saling mengalihkan pekerjaan secara langsung.
Dengan hQ, dibuatlah antrian pekerjaan baik di CPU maupun di GPU. Keduanya pun bisa saling mengalihkan pekerjaan secara langsung.

Keunggulan hQ
Pada gambar di bawah, Anda bisa melihat fitur-fitur hQ. Intinya adalah hQ ini akan menjadi sangat efisien dan membuat keseluruhan sistem HSA menjadi jauh lebih efektif dan responsif dibandingkan sistem konvensional.

Fitur-HQ

hUMA dan hQ: Hanya pada APU AMD
Setidaknya untuk saat ini, hUMA dan hQ hanya bisa ditemui di dalam APU AMD mendatang (Kaveri?). Dalam pembahasan HSA terdahulu, kami pernah mengungkap bahwa HSA seharusnya bisa dijalankan dengan graphics card juga. Hal ini bisa dilakukan, akan tetapi, memang tidak akan seefisien kalau menggunakan CPU dan GPU yang tergabung dalam APU dan dilengkapi dengan hUMA dan hQ.

Sumber : AMD dan lokal

Jumat, 04 Mei 2012

 Perbedaan GNOME dan KDE Pada Linux

assalamu'alaikum abang2 sama mpok2….....!!
hasrat ane buat ngeblog muncul lgi neh...... hehehe.........!!
Kalo ente penggemar linux, pasti dah gak asing lagi kan dengan istilah GNOME ataupun KDE?? Saat ini, GNOME dan KDE merupakan X-windows terfavorit bagi kebanyakan pengguna linux. Nah, bagi ane yg masih newbie didunia per-linux-an, ane pingin tau beda GNOME dan KDE ntu kaya gimana.
Oh iya bagi yg blom tau Gnome atau  KDE ntu apa seh..........??
Nah Menurut ane KDE dan GNOME merupakan suatu GUI (graphical user interface) atau desktop environtment (lingkungan desktop) yang memudahkan user untuk bisa mengakses aplikasi di linux. Sebenarnya  seh GUI itu tidak hanya KDE dan GNOME saja yang ada, tapi ada juga yang namanya IceWM, Xfce, Blackbox, Fluxbox, dll. (wuih banyak banget yak… kereeennn…).
Jadi dengan menggunakan GUI ntu si user linux tinggal klak-klik aja sana sini. (enakan linux….hehehe).
oh iya, PERLU diingat bahwa GUI pada linux (yaitu KDE,GNOME dll) berbeda dengan sistem operasi WIND***.  Kalau di wind***, GUInya termasuk sistem utama.  Akibatnya ketika GUI pada wind*** crash, maka sistem utama juga akan ikut crash. Berbeda sama linux, dimana GUI-nya berjalan sendiri di atas sistem X-window.  Jadi ketika GUI atau X-windownya crash, sistem utamanya tidak ikut crash.  solusinya cukup restart aja lingkungan X-windownya…
hehehe....... (lebih keren kan klo pake linux…).
Dengan kata lain GUI pada linux bukanlah sistem, melainkan aplikasi grafis yang berjalan di atas sistem. Kita anggap saja X-window adalah Celana Dalem, sedangkan sistem utama adalah orang. Ketika CelanaDalem robek tentu kita tidak perlu menjahit orangnya tetapi Celana Dalemnya yang kita jahit, atau ganti dg Celana Dalem yang lain. 
SELESAI DEH PERMASALAHAN'A........!!
Sebenarnya X-window adalah kumpulan bagian yang bekerjasama untuk menampilkan GUI, bagian2 tersebut adalah :
1. Dasar sistem window, program yang menyediakan layanan untuk sistem X-window.
2. X network protocol, protokol yang digunakan untuk berkomunikasi lewat jaringan
3. X lib, interface tingkat rendah. Bagian utama yang mengimplementasikan X Netwotk protocol antara sistem jaringan dengan program-program tingkat tinggi
4. Window manager, menghubungkan ketiga bagian di atas. Window manager adalah aplikasi X yang berfungsi untuk mengatur bagaimana window ditampilkan kepada pengguna.
Penjelasan KDE : (menurut ane dari om Wiki.. hehe).
KDE (K Desktop Environment) adalah lingkungan desktop (desktop environment) dan platform pengembangan aplikasi yang dibangun dengan toolkit Qt dari Trolltech. KDE berjalan pada banyak jenis sistem Unix, termasuk Linux, BSD, dan Solaris. Terdapat pula versi KDE untuk Mac OS X dengan bantuan lapisan X11 dan untuk Microsoft Windows dengan bantuan Cygwin.
Huruf “K” mulanya adalah untuk “Kool”, tetapi selanjutnya diganti menjadi “K” saja, yang berarti “Aksara pertama sebelum ‘L’ (untuk Linux) dalam alfabet Latin.
Maskot dari proyek KDE adalah naga hijau bernama Konqi. Konqi dapat dijumpai di berbagai aplikasi, termasuk tatkala user hendak log out dan pada layar “Tentang KDE”
Penjelasan GNOME : (menurut yg ane baca juga di om Wiki… hehehe).
GNOME adalah desktop resmi dari GNOME Project dan pengucapan yang benar adalah /gəˈnəʊm/. Nama ini diciptakan sebagai akronim dari GNU Network Object Model Environment, tapi penggunaan ini sekarang dianggap kuno.
Banyak software diciptakan di bawah bendera proyek GNOME, dan sebagian di antaranya dikeluarkan sebagai The GNOME Desktop. Desktop ini kemudian digabungkan dengan software lain (seperti kernel) untuk menciptakan sebuah sistem yang lengkap, seperti distribusi GNU/Linux atau Solaris dari Sun Microsystems.
Perbedaan KDE dan GNOME :
1. KDE berorientasi pada tampilan grafis shg tampilannya lebih cantik daripada GNOME yang tidak terlalu “menaruh perhatian besar pada tampilan walaupun juga tidak mengabaikannya sama sekali.

2. GNOME lebih irit memori daripada KDE, sehingga performa GNOME
relatif lebih cepat daripada KDE (ini mungkin krn GNOME tidak berorientasi pada grafis tetapi lebih kepada penghematan memori). Kalo misalnya tidak percaya silahkan aja loe coba sendiri performansi Gnome maupun KDE. Dan khusus GNOME sendiri untuk Ubuntu ada yang namanya Unity.
tambahan dari ane untuk Unity sendiri adalah desktop environmet khusus Ubuntu dengan GNOME sebagai dasarnya. Semenjak Ubuntu 11.04, Ubuntu telah menggunakan Unity sebagai Desktop Environment standarnya. Tidak seperti GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE; Unity bukan merupakan kumpulan software melainkan hanya desktop environment yang menggunakan GTK+ yang sudah ada, dan berjalan di atas platform GNOME. Pada awal peluncurannya di Ubuntu 11.04, Unity menuai kritik yang sangat banyak karena masih memiliki banyak masalah, sehingga pada awalnya banyak pengguna masih memilih untuk memilih GNOME. Namun semenjak Unity disempurnakan pada Ubuntu 11.10, Unity kini lebih bebas dari masalah, dan efek visualnya semakin bagus.
Kalo menurut ane seh masing-masing X-windows baek KDE atau GNOME atau yg laen itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. tergantung kita mau memakai yg mana. Kalo ane pribadi  lebih suka menggunakan GNOME sebagai X-windowsnya karena dari awal ane pake Linux ane milih Ubuntu. Soal'a lebih bayak dukungan'a meskipun yang laen ane coba juga dan sekarang klo Ubuntu versi 11.04 ke atas udah ditambah sama yang namanya Unity. untuk penjelasannya kan udah diatas. hehehe........
Biar lebih tau bedanya neh ane masukin screenshot GNOME ma KDE.. hehehe..
GNOME (klo gak salah pke GNOME 2)

Dan ini KDE 4

Dan ini tampilan Unity Pada Ubuntu 11.10
Nah,Silahkan mau pilih yg mana?? GNOME apa KDE..........??
choose wisely............ ^o^
plus PUSAT 1 dan PUSAT 2.

Jumat, 20 April 2012

bingunk mo nulis paan...: Plesetan iklan Versi mahasiswa.......!! [ngakak]

bingunk mo nulis paan...: Plesetan iklan Versi mahasiswa.......!! [ngakak]: Quote: ingin nyampe kampus dengan aman? jangan lupa pake helem ya Quote: mau kuliah cepet, pake smart aja --kecepatan 3 years/sarjana ...

Plesetan iklan Versi mahasiswa.......!! [ngakak]


Quote:
ingin nyampe kampus dengan aman? jangan lupa pake helem ya

Quote:
mau kuliah cepet, pake smart aja --kecepatan 3 years/sarjana

Quote:
Hati-hati pencurian catatan menjelang UAS, gunakan kunci ganda.

Quote:
Ingin IP tinggi? Minum zevitgrow..

Quote:
"kamu habis UAS ya?" | "engga kok, cuma pake shampoo"

Quote:
Mau lulus cepet? Pake Yamaha, yg lain pasti ketinggalan

Quote:
Mahasiswa: pak saya mau dapet nilai A | Dosen: wani piro?

Quote:
On klinik, membantu keharmonisan anda dengan soal UAS.

Quote:
"IP kamu kok kecil sih?" | "hemat beb"

Quote:
dulu waktu uas slalu ktauan nyontek. Itu critaku, apa critamu?

Quote:
Eh kuliah yang enak dimana ya? | Mau yg enak? Makan mie burung dara, enaknya nyambung trs ~~

Quote:
ingin skripsi lebih selesai dgn cepat? Pake Joki ultra sekali bilas

Quote:
berani ngulang itu baik..

Quote:
Besok UAS tapi nggak belajar?? APA KATA DUNIA??

Quote:
cara asik ngerjain dosen | diputer dijilat dicelupin

Quote:
dapet E?! Enjoy Aja

Quote:
"IP 2 CUKUP!!!"

Quote:
Dosen: knp milih sy jd pembimbing? | Mahasiswa: ga ada loe ga rame!"!

Quote:
1500 orang sudah membuktikannya, sekarang giliran kamu lulus. Cobain deh *ala marisa nasution*

Quote:
mengulang kuliah itu hal biasa, life is never flat

Quote:
Anda UAS, kami lemas.

Quote:
sesudah UAS berasa “healthy inside fresh outside"

Quote:
Cara supaya kita deket sama dosen? | dilihat, diraba, diterawang.

Quote:
UAS : connecting people

Quote:
"kok suka banget sih duduk paling depan?" "Ya dong, soalnya kursi ini anti kerut anti bocor"

Quote:
Ujiannya susah? santai, ada sanken

Quote:
makin banyak ngulangnya, makin besar kesempatan lulusnya, mari tingkatkan SKS anda dan menangkan 10 jurusan S1..

Quote:
nilai kusut? pake sunsilk, memberi nilai indah bernilai 10

Quote:
dosen : yak ini tugas bikin makalah | mhswa : berapa lapis? | dosen : ratusaaan

Quote:
Semboyan UAS duduk di depan: Terdepan Mengabarkan

Quote:
rasanya dapet nilai d tuh kyk di tusuk-tusuk jarum cekit cekit cekit cekit

Quote:
Minum sakatonik ABC, IP cepet tinggi, nafsu bikin skripsi kenceng, dan pinter UAS

Quote:
dosen : "Kamu nyontek ya?!?!?!" | mahasiswa : "Cuma rejoice kok"

Quote:
Dosen yg lg cuti tiba2 masuk dan berkata "karena sekarang sumber air sudah dekat,,beta sudah bisa berkuliah lagi"

Quote:
pusing ujian? | minum oskadon pancen O.. YE

Quote:
Mahasiswa berharap punya dosen yang "Always listening, always understanding"

Quote:
berapapun NILAINYA, minumnya teh BOTOL SOSTRO

Quote:
IP mu mengalihkan duniaku

Quote:
UAS & skripsi dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan mata & jiwa

Quote:
eh ada ga sih yang lebih bagus dari pak A kalo ngasi nilai? | yang lebih bagus? yang lebih mahal, banyak

Quote:
Dosen: kertas uas kamu knapa kosong? | mahasiswa: pake bayclean, kertas putih seperti baru!

Quote:
Berbagi bersama di Kantin Kampus ---"pizza hut" ide dari agan Cold.Fire

Quote:
bebas tugas, bebas memilih IP, bebas kapan mau lulus. MAU ?

Quote:
Pak katanya cuman 4 soal, ko jadi 5 soal =_="" | Satu lagi dari Mayora

Quote:
jawaban ujian bocor ? pake NoDroop, pelapis soal anti bocor

Quote:
Mahasiswi: kok cow2 pada dapet E semua ya?? Mahasiswa: "KARENA PRIA PUNYA SELERA"

Quote:
Dosen PA: nilai kamu kenapa C semua? | mahasiswa: karena saya minum UC1000, mengandung 100% nilai C

Quote:
Dari skripsi turun ke kaki. Dari skripsi naik ke tangan. Dari skripsi ke kepala. Dari skripsi ke semuanya

Quote:
pas dikampus mencret??? STOP dengan entrostop

Quote:
Santai belum lengkap tanpa SKRIIPSIII

Quote:
IP anda rendah? Nilai kuis jeblok? Itu gejala panas dalam, minum larutan Cap Kaki Dosen

Quote:
IP 1,50 BISA!!!

Quote:
Nilai IP loyo? banyak ngulang? konsultasi di ON CLINIC. rahasia anda kami jaga

cek DISINI klo mo jelas'a.....!!